Tampilkan postingan dengan label Puisi ibu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi ibu. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 November 2009

4 Puisi Ibu Singkat Penuh Makna Menyentuh Hati

Setelah rehat cukup usang kali ini puisi yang akan kami bagikan mengambil tema perihal puisi ibu singkat dengan makna kehidupan dan juga sebagai materi renungan. Kumpulan puisi dibawah ini merupakan hasil kreasi dari beberapa penulis yang dikirim ke admin untuk dibagikan kepada sobat Poemers semuanya. Langsung aja yuk kita lihat puisi perihal ibu dibawah ini, semoga bermanfaat dan memperlihatkan motivasi lebih kepada para pembaca ya…



 Setelah rehat cukup usang kali ini puisi yang akan kami bagikan mengambil tema perihal pui 4 Puisi Ibu Singkat Penuh Makna Menyentuh Hati

Puisi Ibu Singkat Penuh Makna


1. Puisi Ibu: Terima kasih ibu…

Ibu…
Terima kasih sudah membimbingku selama ini
Mengajariku banyak hal perihal dunia
Memberitahukanku perihal baik dan buruk
Maafkan saya tidak mengerti itu semua

Sikap lemahku yang masih suka kesal dan marah
Kau balas dengan senyum dan pelukan
Sikap kerasku yang masih suka mencoba
Kau balas dengan pengertian,
dan juga nasehat bijak

Ibu…
Kau yakni guru terbaik,
Sahabat terbaik,
Dan juga orang paling berharga
Dalam setiap kehidupanku
Bimbing saya menuju tujuan
Meraih harapan tuk menggapai masa depan

Puisi ibu diatas merupakan lisan perihal sosok ibu yang sangat berarti dalam kehidupan kita. Selama ini seringkali kita menyepelekan kehadiran sosok ibu dalam keseharian, padahal kepribadian kita serta pondasi pengetahuan kita berawal dari beliau. Jangan hingga alasannya yakni pendidikan yang sudah kita terima dari pengorbanan dia menciptakan kita lupa akan sosok penting ibu dalam kehidupan kita…

2. Puisi Ibu : Batu Nisan Kenangan

Langkah kaki pelan menuju tempatmu
Mengingat kembali semua memori indah
Tentang pengorbanan dan usaha seorang ibu
Ada banyak sesal dan kebodohan dimasa itu
Ingin ku ulang waktu tuk habiskan waktu dengannya

Sekarang hanya tinggal kerikil nisan kenangan,
Hanya ada dalam bayangan,
Tapi tetap abadi dalam setiap ingatan
Hanya doa yang dapat kuberikan,
Untuk ibuku tercinta yang telah tiada…

Puisi ibu kedua diatas merupakan lisan perihal sosok ibu yang telah usang tiada. Akan ada banyak memori yang kita rasakan dikala ibu telah meninggalkan kita, ibarat ada bab yang hilang dalam kehidupan, dikala ibu telah tiada. Beruntunglah bagi mereka yang masih mempunyai ibu, untuk dapat terus habiskan waktu dengannya, jangan hingga menyesal dikala dia telah tiada nanti…

3. Puisi Ibu: Ingin Terus Bersamanya

Menatap hari dengan penuh semangat
Ditemani sosok special,
Yang selalu setia menemaniku
Selalu memperlihatkan motivasi,
Dan juga petuah bijak kehidupan

Sosok ibu sangat berharga bagiku
Melebihi matahari dan alam seisinya
Dunia takkan lagi sama kalau ibu telah tiada

Ingin ku habiskan waktu dengannya
Menemani dia hingga tutup usia
Agar tidak ada penyesalan,
Hanya ingin berakhir dengan kebahagiaan

Puisi ibu ketiga diatas merupakan ungkapan perihal sosok ibu yang sangat penting dalam kehidupan. Jika dapat menentukan ingin rasanya terus habiskan waktu dengan beliau, membantu dia dan terus ada disampingnya. Setidaknya dengan tidak berbuat yang menyakiti perasaan dia itu sudah cukup untuk menutupi waktu yang terbuang tanpa ada dia disisi kita…

4. Puisi ibu: Renungan Sosok Ibu

Melihat perjuanganmu,
Membuatku terpicu maju
Melihat kebesaran hatimu,
Membuatku mencar ilmu perihal kebaikan sesama
Melihat senyuman darimu,
Membuatku mencar ilmu arti kepasrahan sesungguhnya

Kau bukan sarjana atau pun sang kaya
Tapi ilmu yang kamu berikan,
Melebihi dunia dan juga semesta
Terima kasih ibu…
Kau sudah ajarkan saya perihal kehidupan
Saatnya kamu istirahat, nikmati momen sejenak
Biarkan saya yang menggondongmu,
Sebagai bakti atas semua pengorbananmu…

Puisi keempat diatas merupakan renungan perihal sosok ibu yang aneka macam memperlihatkan ilmu kehidupan kepada kita. Walau dia sosok yang biasa saja namun kehadirannya begitu penting dalam perkembangan kita. Ada kalanya kita membantu sang ibu biar dia menikmati sisa hidupnya dengan tenang tanpa beban pikiran berlebih…

ITulah tadi empat puisi perihal ibu singkat dengan makna kehidupan dan juga renungan. Jika berkenan dapat di share atau subscribe untuk berlangganan konten artikel puisi terbaru lainnya, jangan lupa juga follow Instagram @ibibazhr atau LINE: ibib azhar

6 Puisi Wacana Ibu Tersayang Ungkapan Kata Menyentuh Hati

Sebagai sosok yang penting dalam hidup kita, ibu tidak tergantikan jasa dan pengorbanannya. Kumpulan puisi dibawah ini terinspirasi dari sosok ibu yang berikan banyak warna  dalam kehidupan kita. Dengan ungkapan kata kita ekpresikan perasaan kita ihwal sosok jago dalam hidup kita ini. Sobat Poemers eksklusif aja yuk kita lihat koleksi puisi ibu dibawah ini:



Puisi Ibu Tersayang Penuh Makna

 Sebagai sosok yang penting dalam hidup kita 6 Puisi Tentang Ibu Tersayang Ungkapan Kata Menyentuh Hati



1. Puisi Ibu: Semua Untukmu, Bunda...

Detak jantung ini terpacu
Hati ini berikrar
Memburu hasrat tuk melampaui apapun itu
Yang menjadi harap dan asa yang kian berkobar

Tak peduli mentari menyengat di puncaknya siang
Hingga penghujung malam yang hambar menggigit sampai ke tulang
Satu yang kutuju
Senyum simpul Bunda
Rasa besar hati yang tak berujung
Dari sosok pujaanku, bundaku...

Kan kupatahkan segala tantangan dunia
Tuk mencapai kursi ilmu nomor satu
Meraih Pekerjaan yang berkelas
Dan adat anak soleh yang selalu diimpikan

Bunda..
Kini datang giliranku untuk berlelah
Tiba giliranku menyanggupi
Apapun yang menjadi mimpi dan asamu

Asal engkau tersenyum untukku
Asal Hangat dan kasih itu tetap tertoreh untukku
Karena sudah cukup
Sampai di sini saja..
Kerepotanmu yang disebabkan oleh diri ini
Inilah diriku, yang dikala ini
Akan selalu ada untukmu..


2. Puisi Ibu: Sayang Yang Teramat Sangat

Pikiran ini kacau..
Meracau menyerupai lisan penggerutu
Yang kian gundah tanpa cerutu
Kulemparkan tas ke atas meja
Agar sedikit tumpah kekacauan hari ini
Tugas rutin yang tiada henti
Memeras otak, hati dan anganku
Aku perlu kesegaran, kelonggaran
Sedetik saja, biar hilang semua hari kusutku
Sesuap kumasukkan kuliner khas ibu ke mulutku
Lezat, gurih, nikmat..
Melumerkan panas yang memperabukan dada
Hembuskan kesegaran di relung hati

Hidangan yang sederhana
Namun sungguh menggugah selera
Yach, menyejukkan perut dan hati..
Dengan sabar ibu menemaniku
Sambil sesekali mengusap rambut dan bahuku
Seraya bercerita hal sederhana
Yang membuatku tersenyum dan tergelak dalam tawa

Ibu, sungguh kasihmu tak terhingga
Begitu suntuk duniaku
Kelamnya perjalanan waktuku sehari ini
Dapat luruh dalam hangat, kasih dan cintamu
Terima kasih Ibu..
Sayang ini hanya untukmu yang teramat sangat...


3. Puisi Ibu: Mama, Maafkan Aku !

Ruangan begitu sepi
Derit daun jendela tua
Merengek lara yang tak bertepi
Papa sibuk dengan segala rutinitasnya
Mama-pun tak terlihat jua

Kunyalakan game favoritku
Agar hilang suntukku
Namun itu tidak membantu
Rasanya sunyi dan lengang
Kulempar hidangan sisa tadi pagi di meja
Agar sepi ini tak terlalu nyata

Pintu gerbang berderit pelan
Ku terhenyak dan melangkah ke arah pintu
Mama dengan senyum lebar dan tangan terbuka
Bersiap memelukku

Kupeluk sejadi-jadinya
Hangat, dan melunturkan sepiku
Sebuah oleh-oleh segera kuraih
Kubuka dan kulahap habis

Mata tak sengaja menatap sebuah kertas
Secarik resep dokter untuk mama
kulihat mama menyantap hidangan seadanya
Yang tersaji di meja makan
Hidangan Yang tak membuatku berselera 

Tiba-tiba rasa perih mengiris kalbu
Rasa bersalah menyeruak ke dalam hatiku
Membangkitkan lantunan sendu yang amat pilu
Jadi, mama telah mengorbankan segalanya
Lapar, haus, sakit dan semuanya
Hanya untuk menyenangkan diri ini

Maafkan diri ini mama
Yang terlalu karam dalam ego
Sungguh kasihmu sangat tak terbatas
Maafkan diri ini mama
Kutundukkan diriku
Kubersimpuh sejadinya
Mama, maafkan aku...


4. Puisi Ibu: Bahagiaku, Bahagia Bundaku

Telefon  berdering
Berteriak riuh di sela-sela meeting
Kuabaikan sesaat
Dengan impian nanti kuangkat

Yach, dari Bunda ternyata
Dan ada beberapa pesan rindu jua di sana
Pertanyaan biasa, standar..

Yang selalu menanyakan kabar
kapan akan berkunjung
kapan mendapat pasangan hidup
kapan, kapan, dan kapan

Bodohnya diri ini yang dikala itu menilai
Itu yaitu pertanyaan tuntutan
Tuntutn yang menciptakan tak nyaman

Ternyata bukan..
Bukan tuntutan...
Itulah kasih, sayang dan perhatian

Walau dulu terasa risih terdengar
Namun kini kusadari
Itulah kasih dan sayang

Rasa kasih yang mencemaskan buah hatinya
Cemas jikalau tidak bahagia
Cemas jikalau karam dalam nestapa
Maka kini diri ini bertekat
Untuk membuatnya senang jua..


5. Puisi Ibu: Dalam Kandungan

Saat diri ini menendang
Senyumnya makin melebar
Kala rasa tak nyaman menghampiri
Perutnya dibelai dengan lembut
Yach, demikian bunda memanjakanku
Saat masih dalam kandungan

Berjuang dalam rasa mual
Bertahan dikala menopang dua badan
Tak ada keluh dan kesah
Satu yang difikirkan
Buah hatinya terlahir sehat

Segala sakit tak terperi dilampaui
Serangkaian tangis dan cemas diatasi
Darah dan air mata menghiasi perjuangannya

Terima kasih telah melahirkan diri ini bunda
Segala kasih dan sayangmu yaitu cahaya hidupku

Contoh Puisi Ibu Penuh Makna


1. Seuntai Cinta untuk Bunda

Tangan halus itu sudah mulai renta
Menggambarkan begitu hebatnya runtutan masa
Yang bisa terlewati di sana
Dalam pahit dan manisnya

Pandangan yang terpancar jernih
Kini  sudah tak begitu nyata
Kemudian terlarut dalam lupa
Meninggalkan tanda begitu hebatnya hidup
Yang tengah dijalani

Sisa  cantiknya masih begitu merona
Mengukirkan jutaan indahnya kasih
Yang terlahir dari hatinya
yang begitu mencinta
Pada buah hatinya

Cintamu begitu hebat
Kasihmu begitu kuat
Hingga tak ada kata
Yang sanggup menggambarkan
Besarnya rasa kasihmu

Tetaplah di sini
Di sisiku Bunda
Dalam sehat
Dalam kebaikan


2. Sebagai Pelipur Laramu

Tubuh ini tergetar hebat
Suhu tubuh makin meningkat
Keringat hambar bercucuran tiada henti
Hingga menyumbat kesadaran diri

Lidah ini pahit
Perut serasa melilit
Mulut terasa ingin menjerit
Sakit, sungguh sakit

Sebuah tangan tiba-tiba meraih lenganku
Mengusap keningku, mengecupnya
Dan menyampaikan bahwa segalanya baik-baik saja

Sesuap demi sesuap bubur hangat
Menyusup ke mulutku yang kering
Perlahan semua sakit berkurang
Diri lelap dalam hangat peluknya

Yach, dialah Ibu
Yang selalu ada dalam setiap sakitku
Selalu hadir dalam sedihku
Selalu di sisi dalam sepi dan gundahku

Hatinya yang penuh kasih
Buaiannya yang hangat
Selalu membawa obat mujarab
Dalam tiap terpurukku

Bunda, mungkin kasihku tak sebesar itu
Pengorbananku tak sehebat itu
Namun ijinkanku
Tuk menjadi pelipur laramu
Kala tak satupun yang bisa memberinya


3. Ibuku, Inspirasiku

Setapak demi setapak
langkah kecil ini menelusuri alur jalan
Iringan senyuman lapang dada dan indah
Tanpa henti menyemangati
Agar makin berpengaruh kaki ini berjalan

Kadang langkah kecil itu amat lamban
Bahkan selalu merepotkan
Kala kakinya tak begitu berpengaruh menopang

Tangan lembut Ibulah
Yang menjadi penyangga pertama
Saat sudah mulai gontai

Begitulah dalam mengarungi hidup
Ibulah yang pertama ada
Dengan kata-katanya yang menyejukkan
Membangkitkan rasa percaya
Bahwa segala mimpi
sanggup menjadi nyata

Kegigihannya..
Semangatnya..
Membuat diri ini selalu bisa
Walaupun pernah gagal
Namun tidak ragu untuk bangun lagi

Terima kasih Bunda
Engkaulah spirit dan semangatku
Kekuatanku...
Inspirasiku
Padamulah kutautkan
Rasa kasih dan sayangku...


4. Tak Kubiarkan Kau dalam Sepi

Di dikala yang lainnya tak percaya
Hanya engkau di barisan depan
Meyakinkanku bahwa saya bisa

Di dikala yang lainnya takut rugi
Kau kerahkan segala daya upaya
Untuk mendukung  tanpa henti
Apapun yang menjadi asa dan citaku

Namun kala segala hal
Yang tidak mungkin menjadi ada
Terkadang engkau tertegun dalam sepi dan hampa

Karena sesudah kamu dorong anakmu ini
Melampaui segala harapan
Engkau tersudut dalam sepi
Merenungi usaha yang pernah dijalani
Hingga sang buah hati sanggup meraih segala mimpi

Tiada waktu berkumpul  lagi menyerupai dulu
Tiada riuh gelak tawa yang memecahkan ruang
Hanya sepi yang tersisa
Kala angan sang buah hati
larut dalam mimpinya

Namun, tidak !
Tidak akan kubiarkan
Engkau terperangkap dalam sepi menyerupai itu, bunda...
Akan kuramaikan ruangmu
Akan kukunjungi engkau sesering yang engkau ingin

Agar mimpi ini menjadi berarti
Dengan adanya dirimu
Yang tersenyum dan menyaksikannya dengan bangga

5. Dibalik Kecemasan Ibu

Mata enggan terpejam
Angan tak bisa tuk tenang
Kala si anak gadis
Masih sibuk di luar
Hingga larut malam

Langkah hilir mudik
Tak tentu arah
Waktu serasa begitu lama
Menunggu  anak perawannya
Pulang ke rumah

Memang sulit zaman sekarang
Bila terlalu mengekang
Maka akan terjerat dan kehabisan nafas
Namun jikalau dibiarkan
Akan hilang tak tentu arah

Ibu..
Selalu ada dalam tiap gelisah
Dan kecemasan yang berbalut kasih

Andai buah hatinya memahami
Segala hal yang dikatakannya
Walau kadang  tak gampang tuk didengar
Namun itulah kasih
Itulah sayang
Itulah sejatinya kasih dan sayang

-------------------------------

Itulah tadi beberapa puisi ibu dengan makna mendalam menurut pengalaman kehidupan dari sang penulis dan rekan-rekannya untuk gosip lebih lanjut bisa lihat kontak dibagian sajian atas dan jangan lupa untuk subscribe berlangganan konten artikel seru selanjutnya ya...

5 Puisi Untuk Ibu Tersayang Materi Renungan Hati

Pada Artikel puisi kali ini kembali akan mengangkat tema puisi ibu dengan ungkapan kata-kata lisan ihwal pengorbanan dan kebaikan seorang ibu dalam kehidupan kita. Baiklah sobat Poemers pribadi aja yuk kita lihat koleksi puisinya dibawah ini yuk…

Puisi Ibu Tersayang Menyentuh Hati

 Pada Artikel puisi kali ini kembali akan mengangkat tema puisi ibu dengan ungkapan kata 5 Puisi Untuk Ibu Tersayang Bahan Renungan Hati


1. Puisi Ibu: Salut Padamu

Senja itu
Ibu terdiam di sudut taman rumah
Seraya menyiramkan air ke beberapa tanaman

Andai flora itu sanggup berbicara
Bisa saja ucapan terima kasih yang terpapar
Karena kesejukan yang didapatkan

Kuperhatikan dengan seksama dari sudut jendela
Terkadang keningnya berkernyit
Menandakan ada situasi sulit
Yang tak tersampaikan
Sesekali ibu meraba dadanya
Dengan nafas yang agak terrsengal

Kudekati perlahan
Kucoba tuk mengurai dibalik raut cemasnya
Namun dengan sangat dipaksa
Ibu menyembunyikan kegelisahannya
Dengan senyum khasnya
Seolah berkata bahwa beliau baik-baik saja

Entah sudah berapa kesulitan tersimpan
Entah berapa ton keluh kesah yang ditumpuk sendirian
Entah sudah berapa kali ibu menahan sakit
Entah, entahlah...

Ibu, kamu begitu kuat
Hatimu begitu luas
Hingga sanggup menopang
Segala nestapa dengan ketegaran
Salutku, hanya untukmu, Ibu...

2. Puisi Ibu: Simbol Sejatinya Cinta

Sekilas kulihat
Kau memandangi foto di dinding
Dengan berkaca-kaca
Saat anak-anakmu masih belia
Hingga sekarang sudah dewasa

Ada satu yang tak lengkap di antara kita
Ketiadaan ayah
Paras itu masih cantik
Senyum itu masih manis
Namun sekuat itulah cintamu
Hingga tak bisa mendapatkan yang baru

Begitu teguh cintamu, ibu
Darimu diri ini mengkaji
Arti cinta sesungguhnya

Karena cinta sejati
Adalah ihwal memberi
Bukan ihwal menerima
Cinta sejati ialah membuatnya bahagia
Bukan minta dibahagiakan

Seperti kasihmu yang sepanjang masa
Yang hanya memberi
Tanpa mengharap akan menerima
Ibu. Engkaulah, simbol sejatinya cinta


3. Puisi Ibu: Suara Kebaikan

Suara lantangnya
Menggema di sekeliling dinding
Aturan ketatnya
Dengan segudang peringatan
Menjadi alarm natural dalam keseharianku

Bising, suntuk, tak mengerti mengapa
Seakan segala hal harus dipatuhi
Dunia ini terasa padat, ketat, otoriter
Begitu banyak aturan, larangan

Pulang sekolah harus on time
Tak boleh pacaran
Tak boleh main game
Tak boleh nonton melebihi ambang
Tak boleh ini, tak boleh itu

Mungkin bila tertulis
Seluruh hukum itu
Akan memenuhi dinding kamarku
Suntuk, terkekang, tidak bebas...
Aku lelaaaah...

Namun seketika diri ini tersadar
Kala ada kasus heboh
Tentang temanku yang hamil di luar nikah
Kasus remaja dikeluarkan alasannya narkoba
Dan ada yang masuk penjara alasannya mencuri ponsel

Satu kata bijak yang terpatri
Kebaikan budbahasa buah hati
Bermula dari keluarga,
Dari didikan Ibunya

Kutarik segera segala umpatanku
Kusujudkan dengan dalam diri ini
Di depan ibu dan tersedu

Karena didikannya
Aku kuat, saya terjaga..
Mungkin kadang nada bahasanya
Terasa sumbang di telinga
Namun itulah untuk kebaikan


4. Puisi Ibu: Selamat Ulang Tahun Ibu...

Hari Istimewa ini tlah kutunggu
Hari Lahir Bundaku
Kubawa camilan manis terenak yang ada
Kusiapkan kado indah untuknya

Kuketuk daun pintu
Dan senyum khasnya mengembang
Kucium tangannya
Kukecup pipinya
Kupeluk seeratnya
Terucap  lirih
Selamat ulang tahun bunda

Semoga  sehat selalu
Panjang umur
Dalam Keberkahan Ilahi selamanya

Dengan berseri ibu menjawab
Bukan kado atau hadiah mahal
Yang ibu harapkan
Namun kehadiranmu saja
Sudah cukup

Air matapun tak terbendung lagi
Haru, senang, sedihpun berpadu
Maafkan saya ibu..
Yang makin hari minim waktu
Untuk selalu bersamamu
Namun sayang ini, diri ini, raga ini
Sakan selalu ada untukmu..


5. Puisi Ibu: Ketulusan Ibu 

Kepanikan melanda
Tatkala suhu badan anaknya
Naik tak normal di tengah malam

Seketika kantuk yang menyeruak
Menjadi kegelisahan tak terperi
Tangannya bergetar
Kala mencari obat pasaran
Untuk sekedar meredam
Tak henti kompres disematkan
Agar demam  sang anak segera padam

Dari situlah tergambar
Betapa tak ingin dirinya
Melihat buah hatinya menderita
Seakan rasa sakit itu ialah miliknya jua

Tak mungkin dan tak ada
Seorang ibu yang tidur kembali dengan nyenyak
Saat menyadari buah hatinya
terbaring dalam sakit
meninggalkan rasa kantuk yang menerpa

Maka, amatlah tak pantas
Bila seorang ibu yang sakit
Digantikan bibi pengasuh

Maka, amatlah tidak pantas
Bila seorang ibu sakit
Hanya sendiri di rumah sakit
Tanpa buah hatinya menunggui

Tengoklah, rasakannlah masa dulu
Kala bunda merawatmu
Tanpa diwakilkan oleh siapapun
Tanpa menunda apapun

-----------------------------------------

Itulah tadi lima puisi ibu dengan pesan dan makna yang mendalam. Jangan lupa untuk subscribe berlangganan artikel puisi lainnya yang tidak kalah seru, dan kalau mau sharing dengan tim admin bisa lihat contact di halaman utama blog atau follow instagramnya di @coretan.katakata

Puisi Lainnya: Kumpulan Sajak Pagi Kehidupan

5 Teladan Puisi Ibu Materi Renungan Diri

Hey sahabat Poemers, sosok ibu merupakan figur penting dalam kehidupan kita, ada banyak ilmu dan juga efek yang besar diberikan oleh sang ibu kepada kita. Ungkapan kata-kata puisi ibu dibawah ini merupakan lisan perihal kehadiran sang ibu dalam kehidupan, semua dikemas dengan simpel namun penuh dengan makna, pribadi aja yuk kita lihat koleksi puisinya dibawah ini...



Puis Ibu Menyentuh Hati

 sosok ibu merupakan figur penting dalam kehidupan kita 5 Contoh Puisi Ibu Bahan Renungan Diri


1. Puisi Ibu: Sayangku Untuk Ibu
Luasnya samudera
Tak seluas kasihmu
Menyelami bahtera
Walau sulit dan jarang indahnya, bersamaku

Sayangku tidak sebesar sayangmu
Bahkan bila jiwamu tergadai
Semua itu masih belum bisa menebus sayangmu
Sayang terbaik di dunia yang kamu beri untukku

Terima kasih
Berkat rasa sayangmu
Aku bisa tumbuh
Semua sebab kasih yang kamu beri untukku

Puisi Ibu diatas merupakan lisan terima kasih dan juga ungkapan hati perihal sosok ibu yang begitu bermakna dalam kehidupan. Sosok yang sulit digantikan oleh siapapun juga disekitar kita…

2. Puisi Ibu: Harapan Seorang Ibu

Desah mimpimu memang berlari
Kau berusaha mengejar mimpi
Menjadikanku bintang yang kamu panjatkan
Menjadikanku menyerupai rembulan yang bisa menopang

Aku memang tidak sesuai harapanmu
Namun kehadiranmu, lebih baik dari harapanku
Harapan semua orang
Harapan diatas harapan

Ibu
Dalam lelah kamu rangkai kata bijak untuk kami
Menguraikan senyum di setiap perjalanan kami
Mendera doa di setiap detik nafas yang kami miliki
Kaulah berlian di hati kami

Ibu,
Kami hanya ingin menjadi sebuah cita-cita terindah untukmu
Untuk hari tuamu
Membopong semua impianmu diatas bahu kami

Ibu
Jangan kamu benci kami
Maafkan kami
Jika membuatmu menangis

Puisi Ibu kedua diatas merupakan ungkapan perihal harapan seorang ibu terhadap anaknya, namun namanya juga belum dewasa kadang kita sering berbuat hal yang menyakiti hati beliau, dan itu gres bisa kita sadari saat sudah beranjak sampaumur dengan proses perenungan diri atas beliau…

3. Puisi Ibu: Doaku Untuk Ibu
Aku tidak tahu apa yang harus saya lakukan tanpa dia
Dia yang selalu mengerti aku
Dia yang tidak pernah letih untuk memberitahuku
Dia yang tidak pernah lelah menasehatiku

Dialah ibuku
Sampai kapanpun akan menjadi ibuku
Orang yang selalu menjagaku
Tanpa dia saya merasa hampa
Tanpanya saya bukanlah apa – apa

Aku hanyalah seorang insan lemah
Aku insan yang butuh kekuatan
Kekuatan cinta dan kasih dari seorang ibu
Kekuatan terbaik dari yang lebih dari apapun

Ibu,
Kaulah sangat berharga bagiku
Walau engkau selalu memarahiku
Aku tahu,
Hal tersebut bentuk perhatian darimu
Sebagai tanda, kamu peduli denganku

Ya Allah, Tuhanku
Berilah kesehatan untuk dia, ibuku
Berikan panjang umur untuknya
Aku hanya ingin melihatnya, berbahagia

Atas apa yang kamu berikan untukku
Terima kasih, Ibu
Doaku, kamu sehat selalu
Selamanya akan bersamaku

Puisi ibu ketiga merupakan sebuah ungkapan doa kepada sang ibu dikarenakan efek dia yang sangat besar dalam kehidupan kita. Menemani sosok sang ibu jagoan kehidupan kita merupakan suatu hal yang teramat mulia dan tak bisa tergantikan oleh bahan belaka…

4. Puisi Ibu: Dibalik Senyum Ibu

Selama ini, kamu tak pernah mengeluh
Kau tak pernah menangis didepanku
Kau hapus semua air mata
Kau ubah menjadi senyum bagus yang sangat indah

Namun saya pun tahu
Bahwa apa yang kamu lakukan ini, untukku
Anakmu, yang masih belum bisa membahagiakanmu

Kau selalu berusaha tersenyum
Walau hatimu terkadang rapuh
Walau otakmu terkadang tak kuasa menahan beban
Kau tidak pernah menampakkan wajah lusuh

Puisi ibu keempat ini merupakan citra lisan perihal keadaan sang ibu yang harus menutupi kerapuhan dia dalam menghadapi cobaan hidup. Ada momen dimana kita harus bisa mengerti posisi sang ibu dimana harus membantu menghidupi keluarga disisi lain mengurus sang anak, bukan pekerjaan yang mudah, hanya mereka yang berpengaruh yang bisa melakukannya…

5. Puisi Ibu: Kasih Untuk Ibu

Pepatah mengatakan
Kasih ibu sepanjang masa
Ya, memang benar

Aku tahu, membalas semua itu tidaklah mudah
Menjadi seorang ibu bukan hal yang mudah
Namun semua itu, kamu lakukan
Demi aku, Anakmu,
yang kasihnya bahkan tidak bisa melampaui kasihmu

Maafkan aku, Ibu
Atas segala salah
Atas segala kasih yang belum bisa ku torehkan
Sebesar kasihmu

Puisi kelima perihal ibu merupakan ungkapan atas segala tingkah laris kita sebagai anak dimana sering sekali berbuat salah bahkan menyakiti perasaan beliau, ada rasa penyesalan atas kebodohan yang pernah dilakukan, selama masih diberikan waktu bersama pergunakanlah itu sebaik-baiknya, biar kelak kita tidak menyesal saat dia sudah tiada…


Sobat Poemers itulah tadi beberapa teladan puisi ibu penuh makna dengan pesan kehidupan didalamnya. Semoga bisa menjadi wangsit untuk terus berbakti kepada sosok ibu dalam kehidupan kita ya. Jangan lupa untuk share dan subscribe untuk update terbaru lainnya, dan masih ada puisi seru lainnya pribadi aja lihat di: Kumpulan Puisi Pagi Inspirasi Hari

Koleksi Puisi Ibu Singkat Menyentuh Hati Banget

Jangan pernah sungkan untuk mengungkapkan rasa terima kasih ataupun sayang kepada sang ibu, sebab berkat ia kita bisa melihat dan mengerti wacana dunia yang penuh dengan warna. Kumpulan puisi wacana ibu dibawah ini merupakan lisan terhadap sosok ibu yang sangat berarti dalam kehidupan kita, pribadi aja cek puisi ibu dibawah ini yuk...



Puisi Ibu Singkat Penuh Makna

 Jangan pernah sungkan untuk mengungkapkan rasa terima kasih ataupun sayang kepada sang ib Koleksi Puisi Ibu Singkat Menyentuh Hati Banget


1. Puisi ibu: Kaulah Duniaku

Aku memang tidak pernah baik
Belum bisa menjadi anak yang terbaik
Tidak bisa membuatmu tersenyum
Bangga atas apa yang ku lakukan

Kau selalu mengerti aku
Kau selalu usahakan yang terbaik bagiku
Dari subuh, sampai petang
Hingga sinar rembulan tiba membayang

Memang tak ada yang bisa menggantikanmu
Walau sejuta ibu di depanku
Tetap tak ada yang lebih baik
Karena yang terbaik ialah Kau
Ibu yang menjadi duniaku

Semoga kamu selalu menjadi duniaku
Mengantarkanku ke surga
Membelaiku
Dengan sentuhan tangan mesra

Puisi ibu diatas merupakan lisan kata-kata puisi wacana kasih sayang seorang ibu yang tetap sabar mendampingi buah hatinya walau sang anak sering mengecewakan beliau. Kata-kata puisi diatas merupakan ungkapan rasa wacana cinta sejati yang sesungguhnya, Antara sang ibu dengan buah hatinya…

2. Puisi ibu: Secarik Kata Untuk Ibu

Jika ada sejuta timbunan kertas
Mungkin tidak cukup untuk menguntai rasa terima kasih
Jika semua kata – kata terlepas
Belum cukup untuk memberi sejuta kasih

Aku tahu
Kasihmu tak akan bisa ku balas
Aku sangat memahami
Cintamu tak akan pernah bisa ku ulas

Namun di secarik kertas ini
Aku hanya ingin berterima kasih
Kau harus tahu,
Cintaku
Sayangku dan puji indahku
Semata hanya untuk Ibu

Puisi ibu kedua merupakan ungkapan rasa terima kasih yang begitu mendalam atas apa yang ibu telah lakukan kepada kita, walau kita tidak bisa membalas kebaikan ia namun setidaknya dengan secarik kata-kata kita bisa ekspresikan diri wacana keberadaan ia yang sangat berarti…

3. Puisi ibu: Jika Aku Bukan Duniamu

Ibu
Terima kasih,
Kau manusia terbaik yang selalu memahamiku
Menjadi pengorban cinta dan kasih

Aku tidak tahu
Tidak akan pernah tahu
Bagaimana nasibku
Jika kamu bukan Ibuku

Jika saya bukan duniamu
Mungkin semuanya terasa berbeda
Jika Aku tidaklah dimiliki olehmu
Mungkin saya tidak akan pernah ada

Tak akan pernah saya ukir suatu kisah
Cerita wacana indahnya dunia
Tentang nirwana yang saya saksikan
Ketika pertama kali saya mengenal keindahan

Namun jangan khawatir Ibu
Semua yang kamu berikan
Pelajaran yang kamu ajarkan
Akan saya gunakan sebaik mungkin

Jangan khawatir Ibu
Di dunia yang luas ini
Aku akan selalu ingat pesanmu
Menjaga yang Tuhan beri untukku,
termasuk nama baikmu
Puisi ibu ketiga merupakan lisan atas jasa dan efek sang ibu dalam kehidupan kita di dunia ini. Kita bisa mengenal banyak hal, mengenal banyak perilaku dan tingkah laris yang baik semua sebab kode dari beliau. Sungguh pelajaran yang berharga yang tak ternilai oleh bahan semata…

4. Puisi ibu: Menua Bersamamu

Ibuku
Hanya kaulah kasihku
Semua pengorbananmu
Hanyalah untukku

Mungkin kulitmu tak lagi kencang
Penglihatanmu mulai sedikit guncang
Jalanmu sudah agak goyang
Namun bagiku, kamu tak akan berubah, berganti apalagi hilang

Aku masih aku
Anakmu yang kecil dulu
Kau masih engkau
Ibu yang kasihnya tak pernah memudar

Jika rambutmu harus memutih
Jika dirimu harus menua
Ijinkan aku
Menua bersamamu
Merangkulmu
Merawatmu sampai kita sama – sama menua berdua

Puisi keempat diatas merupakan ungkapan rasa harapan untuk terus bersama dengan sang ibu, menemani beliau, merawat ia sampai waktu yang telah ditentukan. Pengabdian dan juga bakti sang anak kepada ibu merupakan jalinan kasih yang suci yang ada didunia ini…

5. Puisi ibu: Tetap Menjadi Cahaya

Suatu hari nanti
Statusku akan sepertimu
Menjadi seorang ibu
Dari anak – anakku

Namun, kamu tetaplah ibu
Ibu yang selalu menganggapku kecil
Ibu yang tidak pernah membedakan saya dengan saudaraku
Yang tidak pernah membuatku merasa kerdil

Aku yakin
Apapun statusku suatu hari nanti
Ketika saya menjadi seorang istri
Ibu tetaplah ibu

Sinarmu tidak akan pernah memudar
Kasihmu akan selalu membekas
Kenangan tentangmu tak akan pernah hilang
Semua tersimpan rapi, dalam bilik kecil di hati

Puisi Kelima diatas merupakan citra wacana kehidupan, dimana kita kelak akan tumbuh berkembang dan pergi meninggalkan sosok andal dalam kehidupan kita. Ada pertemuan niscaya ada perpisahan namun bagaiaman pun juga sosok ibu tetaplah menjadi cahaya dalam hidup, walau kita telah tumbuh remaja dan berkeluarga…


Itulah tadi secuil penggalan kata-kata puisi wacana ibu yang penuh makna dengan bermacam-macam sudut pandang didalamnya. Jika berkenan teman Poemers bisa shares ke sang ibu atau subscribe untuk mengikuti update puisi selanjutnya ya… dan kalau masih ingin artikel seru lainnya bisa lihat di: kumpulan kata bijak wacana kehidupan dan cinta


Kamis, 26 November 2009

Renungan Puisi Ibu Tersayang Menyentuh Hati


Sobat Poemers, puisi kali ini mengangkat tema perihal puisi ibu sebagai ungkapan rasa sayang kita kepada sosok yang sangat begitu berjasa dalam kehidupan kita. Kehadiran ia membuka cakrawala dunia dan tentu saja ada banyak momen yang dapat dijadikan mulut dalam bentuk ungkapan kata-kata puisi perihal sang ibu.

Berikut ini merupakan beberapa puisi ibu yang penuh makna, yuk pribadi aja kita lihat puisinya dibawah ini

Puisi Ibu Tercinta Penuh Makna

 puisi kali ini mengangkat tema perihal puisi ibu sebagai ungkapan rasa sayang kita kepada Renungan Puisi Ibu Tersayang Menyentuh Hati


1. Puisi ibu: Teruntuk Duniaku, Ibu

Ibu,
Kaulah surya untuk duniaku
Tanpamu
Aku takkan pernah mengukir kisah

Karenamu,
Disini saya ada
Hanya untukmu,
Aku kan berusaha menuntunmu ke surga

Ibu,
Atas segala doamu
Ku ucapkan terima kasih
Atas belaianmu, saya tidak pernah merasa tersisih

Jika suatu hari keadaan memaksaku
Hidup tanpamu
Aku akan berjanji
Namamu, selalu hadir di tepian hati

Puisi ibu diatas merupakan ungkapan rasa terima kasih mendalam atas pengorbanan sang ibu sampai kita terus mendoakan ia atas keselamatan dan juga kebaikan beliau. Walau sang waktu akan mengakhiri cerita kita dengan sang ibu, namun tetap ia selalu ada didalam setiap jengkal memori kehidupan kita selanjutnya…

2. Puisi ibu:  Sepanjang masa bersamaku

Memang sulit untuk membesarkanku
Terasa berat untuk mendidikku
Aku tahu, semua itu tidaklah mudah
Duniamu yang bebas dengan segala canda, tergadai alasannya saya dan Ayah

Tidak pernahkah kau berandai – andai?
Mungkin, bila tidak ada aku
Jika tidak mempunyai aku
Jika jiwamu tidak bersamaku
Ataukah ada andai – andai yang lain?

Mengapa kau setulus itu?
Mengapa kau tidak pernah memberi tahu aku?
Tentang lelahmu?
Tentang keluh kesahmu?

Kau tampakkan yang baik di depan
Kau berjuang tanpa kenal lelah
tanpa ada orang yang tahu
Bahkan saya tak pernah memahamimu
Tentang engkau
Dan keluh kesahmu
Ibu,
Maafkan aku

Jika harus ada waktu
yang membiarku tanpamu
Aku tidak akan memilihnya
Ibu,
Ijinkan saya selalu menemanimu
Hingga kelak sang waktu mengakhiri ini semua…

Puisi kedua diatas merupakan ungkapan cita-cita untuk terus berbakti kepada sang ibu, ketika kita sudah merenungi perihal keberadaan ibu dalam kehidupan kita. Hal pertama yang niscaya dirasakan yaitu membalas setiap kebaikan ia dan juga berusaha untuk terus ada menemani beliau….

3. Puisi ibu:  Doa Paling Tulus di Dunia

Sudahkah kau berterima kasih hari ini kawan?
Kepada siapa kau berterima kasih pertama kali?
Untuk teman?
Jangan, berikan yang pertama untuk seseorang yang selalu membersamai

Dialah, ibu
Rela untuk selalu berkorban
Rela untuk selalu berjuang
Melahirkan
Membesarkan
Bahkan menjaga kita sampai selesai hayatnya

Tanpa nestapa
Walau pilu menghadang
Ibu,
Kau akan selalu terkenang

Walau ada berjuta- juta perempuan yang dapat disebut ibu
Bagiku,
Kau yang terbaik
Selalu menjadi yang terbaik

Kaulah perempuan hebat
Doamu yang terkuat
Doa yang terbaik
Doa yang paling tulus, sepanjang hayatku

Apapun yang ketika ini sedang kau panjatkan
Aku harap,
Tuhan selalu bersamamu
Tuhan selalu mengabulkan pintamu


Puisi ibu ketiga diatas merupakan citra perihal besarnya kekuatan doa dari sang ibu, sampai kita sebagai anak sangat ingin terus didoakan oleh beliau, alasannya doa sang ibu itu ikhlas tanpa ada maksud tertentu, dan doa menyerupai ini yang sangat disukai oleh Tuhan semesta alam…

4. Puisi ibu:  Sayangku Hanya Untuk Ibu

Jika kau bertanya
Mengapa harus ada rasa?
Jawabnya sederhana
Tuhan ciptakan rasa untuk ku limpahkan padamu

Tuhan ciptakan rasa sayang
Agar saya tahu menyerupai apa rasanya berjuang, berkorban
Mungkin tidak sebesar pengorbananmu
Namun saya akan berusaha, menjadi seseorang yang membanggakanmu

Sayangku mungkin tidak sebesar rasa sayangmu
Pengorbananku pun tidak setangguh pengorbananmu
Namun, saya selalu berusaha
Seribu rasa sayangku, ku serahkan untuk Ibu

Puisi keempat diatas bersumber dari perasaan sayang seorang anak kepada sang ibu, namun itu semua belum dapat membalas kasih sayang sang ibu, namun tetap sebagai anak yang berbakti itu semua dijalani alasannya seribu rasa sayang tak cukup untuk membalas kebaikan sang ibu, namun dengan berbakti nan ikhlas kita dapat menghargai ia dan menemani ia sampai ujung waktu…

5. Puisi ibu: Jika Aku Tanpamu

Aku tak pernah dapat membayangkan
Bagaimana saya lalui hari – hari tanpa kenangan?
Ya, kenangan
Kenangan perihal kebersamaan

Aku dan kamu
Seperti yang selama ini kita lalui
Berdua
Tanpa terbelenggu rindu ataupun waktu

Bercanda
Tanpa tahu esok akan menyerupai apa
Aku tak tahu bagaimana arahku tanpamu
Aku tak dapat membayangkan, menyerupai apa hidupku bila tidak ada engkau di sisiku

Karena itu,
Aku selalu berharap
Hal baik selalu berpihak pada Ibu
Agar tak ada perpisahan yang berani membelenggu

Puisi kelimat perihal ibu diatas merupakan ungkapan pengalaman kita sehari-hari dikala kita bercengkrama dengan beliau. Ada banyak momen yang kita rasakan dari kebersamaan, walau esok kita tak tau harus kemana tapi dengan keberadaan sosok ibu didekat kita, semuanya terasa tentram, tenang dan senang apapun itu kondisinya…


Baiklah sobat Poemers itulah tadi beberapa koleksi puisi ibu dengan sudut pandang sayang kepada beliau. Jika berkenan dapat share kepada sobat ataupun kerabat dan jangan lupa ungkapkan rasa sayang kita kepada sang ibu semoga kelak tidak menyesal ketika ia tiada.

*Masih ada artikel puisi seru lainnya dapat lihat di: Koleksi Puisi Islami Penambah Keyakinan Diri